Keamanan di wilayah Jalan Kaliurang (Jakal), Sleman, Yogyakarta kembali menjadi sorotan setelah terjadinya aksi pencurian kendaraan bermotor di siang bolong. Peristiwa Curanmor Jogja ini terjadi di salah satu area parkir swalayan yang cukup ramai, di mana seorang pelaku terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) saat membobol kunci motor matic hanya dalam waktu kurang dari lima belas detik. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus pencurian yang menyasar kendaraan roda dua di kawasan pendidikan yang padat dengan hunian mahasiswa dan kos-kosan tersebut. Rekaman video ini pun mendadak viral di berbagai grup media sosial warga Yogyakarta hari ini.
Berdasarkan rekaman yang beredar, pelaku Curanmor Jogja tersebut tampaknya merupakan pemain profesional yang sudah sangat hafal dengan situasi lapangan. Pelaku beraksi menggunakan atribut yang menyerupai kurir pengantar paket untuk mengelabui warga sekitar agar tidak menaruh curiga. Dengan gerakan yang sangat tenang, ia mendekati motor sasaran, merusak kunci stang, dan langsung membawa kabur kendaraan tersebut ke arah utara. Keberanian pelaku yang beraksi di tempat ramai menunjukkan bahwa kewaspadaan masyarakat saat memarkir kendaraan masih perlu ditingkatkan lagi, meskipun sudah merasa berada di lingkungan yang aman.
Polisi dari jajaran Polsek Depok Timur segera melakukan olah TKP sesaat setelah laporan terkait insiden Curanmor Jogja ini diterima. Petugas kini tengah mendalami identitas pelaku melalui pelat nomor kendaraan yang digunakan saat datang ke lokasi, yang diduga kuat juga merupakan kendaraan hasil curian. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pemilik kendaraan di wilayah Jakal dan sekitarnya untuk selalu menggunakan kunci ganda atau alarm tambahan. Di tahun 2026, penggunaan teknologi pelacak GPS pada motor sangat disarankan guna mempermudah proses pengejaran jika sewaktu-waktu terjadi pencurian seperti ini.
Sinergi antara teknologi CCTV dan kesadaran warga dalam menjaga keamanan sangatlah krusial untuk menekan angka Curanmor Jogja. Pihak kepolisian berjanji akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan, terutama di jam-jam sibuk saat mahasiswa sedang melakukan aktivitas perkuliahan. Masyarakat juga diharapkan tidak membeli kendaraan dengan harga di bawah standar yang tidak dilengkapi dokumen resmi, karena hal tersebut secara tidak langsung mendukung ekosistem kejahatan ini tetap hidup. Yogyakarta sebagai kota yang ramah dan aman harus dijaga bersama agar para pelajar maupun warga lokal bisa merasa tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui rasa takut akan kehilangan harta benda.
