Pemerintah Kota Yogyakarta bergerak cepat menyusun serangkaian langkah penyelamatan sektor pertanian di kawasan selatan yang rawan mengalami krisis air saat kemarau puncak. Langkah nyata Dinas Pertanian Jogja diwujudkan dengan mendistribusikan ratusan unit pompa air irigasi serta membangun sumur-sumur dalam di sekitar lahan persawahan warga. Tim penyuluh lapangan diterjunkan secara masif untuk mendampingi petani mengadopsi teknik penyiraman hemat air serta peralihan tanaman menuju komoditas palawija yang lebih tahan cuaca panas. Risiko kerugian finansial petani dapat ditekan seminimal mungkin.
Penggunaan aplikasi pemantauan cuaca berbasis satelit dimanfaatkan oleh petugas untuk memberikan peringatan dini mengenai kelembapan tanah kepada para kelompok tani setempat. Melalui edukasi Dinas Pertanian Jogja yang intensif, para petani diajarkan cara mengolah pupuk organik yang mampu mengikat air di dalam tanah lebih lama dibanding pupuk kimia. Langkah inovatif ini sukses menjaga kelangsungan hidup tanaman jagung, kedelai, dan cabai warga di tengah teriknya sengatan matahari musim kemarau. Keberlanjutan produksi pangan lokal Jogja tetap terjaga dengan aman.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyiapkan dana cadangan bantuan bencana pertanian untuk mengganti biaya benih petani apabila terjadi kerusakan tanaman di lapangan. Kesigapan Dinas Pertanian Jogja dalam merespons aduan masalah air irigasi mendapat apresiasi tinggi dari para petani di kawasan persawahan selatan kota. Kerjasama yang erat antara dinas dan para ketua kelompok tani membuat pembagian suplai air pompa berjalan dengan sangat tertib tanpa menimbulkan perselisihan antarpemilik lahan. Suasana kerja pertanian tetap hangat dan kondusif.
Hasil panen komoditas palawija di wilayah selatan Jogja pada musim kemarau tahun ini tercatat tetap stabil dengan mutu kualitas produk yang sangat memuaskan pasar lokal. Ketersediaan pasokan bahan pangan segar di pasar-pasar tradisional Kota Yogyakarta pun tetap terjamin sehingga angka inflasi harga pangan daerah dapat terkendali dengan baik. Para petani bersyukur karena tetap mengantongi pendapatan yang layak di tengah ancaman cuaca ekstrem yang melanda berbagai daerah. Kesejahteraan keluarga petani tetap terjaga aman.
Kementerian Pertanian mengapresiasi kesiapsiagaan langkah mitigasi bencana kekeringan yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta secara terstruktur dan terukur ini. Pengembangan infrastruktur embung pertanian dan modernisasi saluran irigasi akan terus dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya demi memperkuat ketahanan sektor pangan daerah. Jogja siap menjadi contoh kota yang tanggap, adaptif, dan sukses mengamankan sektor pertaniannya dari dampak buruk perubahan iklim global. Pertanian Jogja akan terus tumbuh makin mandiri dan kuat.
