Perayaan budaya tahunan yang sangat dinantikan oleh warga dan wisatawan di Kota Budaya akan kembali digelar dengan penuh kemeriahan. Penyelenggaraan tradisi Sekaten dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW dipusatkan di kawasan Alun-Alun dan Istana Kesultanan Yogyakarta. Rangkaian acara yang berlangsung selama sepekan ini memadukan ritual keagamaan khusyuk dengan kegiatan pasar malam kerakyatan yang sangat ramai. Kehadiran perayaan ini menjadi momentum penting bertemunya nilai-nilai keagamaan, sejarah, dan hiburan rakyat secara harmonis.

Puncak dari rangkaian acara ditandai dengan dikeluarkannya dua set gamelan sakral milik Keraton untuk dimainkan di halaman Masjid Gedhe. Dalam pelaksanaan tradisi Sekaten, alunan nada gamelan yang khas akan bergema selama seminggu penuh dan dapat didengarkan oleh seluruh pengunjung yang hadir. Masyarakat meyakini bahwa mendengarkan alunan gamelan sakral dan mengunyah sirih di area masjid akan membawa keberkahan serta kesehatan hidup. Kebersamaan warga yang memadati area pelataran masjid menciptakan suasana budaya yang sangat kental.

Prosesi pembagian gunungan hasil bumi atau Hajad Dalem Gunungan menjadi acara penutup yang paling dinanti oleh puluhan ribu masyarakat di hari terakhir. Rangkaian tradisi Sekaten ini memperlihatkan betapa kentalnya rasa syukur dan kedekatan antara Raja Kesultanan dengan rakyatnya melalui pembagian hasil pertanian. Warga saling berebut bagian gunungan yang dipercaya membawa kesuburan dan keselamatan bagi kehidupan mereka harian. Pasar malam sekaten turut menggerakkan roda ekonomi pedagang kecil dan pengrajin lokal.

Pemerintah daerah bersama pihak panitia Keraton telah menyiapkan pengaturan arus lalu lintas dan kantong parkir untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Pelestarian tradisi Sekaten yang telah berlangsung sejak era Kerajaan Mataram Islam ini terbukti menjadi benteng kebudayaan yang sangat kokoh. Wisatawan domestik dan mancanegara berbondong-bondong datang untuk mengabadikan momen langka perayaan budaya bertaraf internasional ini. Kebersihan dan ketertiban selama acara berlangsung terus diimbau kepada seluruh masyarakat.

Menyaksikan secara langsung kemeriahan pesta budaya rakyat ini memberikan kenangan manis dan pemahaman budaya yang sangat mendalam bagi setiap orang. Perpaduan antara keteguhan menjaga ajaran agama dan penghormatan terhadap warisan leluhur menjadi daya pikat utama Kota Yogyakarta. Pelaksanaan tradisi Sekaten yang sukses akan terus menegaskan julukan Jogja sebagai pusat kebudayaan Jawa yang selalu hidup dan ramah. Mari kita lestarikan tradisi luhur nusantara ini agar tetap lestari sepanjang zaman.