Kembali Terjadi! Polisi Yogyakarta Bongkar Sindikat Penipu Umrah

Yogyakarta, 25 Maret 2025 – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta kembali membongkar sindikat penipuan berkedok biro perjalanan umrah yang telah menipu puluhan calon jemaah dengan kerugian ratusan juta rupiah. Pengungkapan ini menambah daftar panjang kasus penipuan umrah yang masih marak terjadi di berbagai daerah.

Sindikat ini beroperasi menggunakan nama biro umrah fiktif “PT. Barokah Safar Mandiri”, yang berkantor di kawasan Sleman. Dengan modus menawarkan paket umrah murah dan “berangkat tanpa antri”, mereka berhasil menjaring puluhan korban, sebagian besar dari kalangan lansia dan masyarakat kelas menengah.


Dijanjikan Berangkat, Nyatanya Tak Kunjung Diberangkatkan

Menurut keterangan dari salah satu korban, para calon jemaah telah diminta membayar uang muka antara Rp 25 juta hingga Rp 35 juta untuk paket umrah yang dijanjikan akan diberangkatkan pada Januari 2025. Namun hingga kini, tidak ada satu pun jemaah yang diberangkatkan, dan pihak biro mulai menghilang sejak awal Februari.

“Awalnya komunikasi lancar. Kami sering ikut manasik. Tapi makin dekat jadwal, kantornya tutup, nomor ponsel nggak aktif, dan akun media sosial mereka hilang semua,” ujar Mbah Ratmi (62), warga Bantul yang jadi korban.


Polisi Tangkap 3 Pelaku, Salah Satunya Mantan Agen Travel

Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pihaknya telah menangkap tiga tersangka yang merupakan otak di balik sindikat ini. Salah satu pelaku diketahui pernah bekerja di agen travel resmi, sehingga memahami seluk-beluk bisnis umrah dan memanfaatkannya untuk melakukan penipuan.

“Para tersangka mengaku menggunakan dana dari calon jemaah untuk kebutuhan pribadi, termasuk membeli mobil dan properti,” jelas Kapolda.

Polisi masih memburu satu pelaku lainnya yang diduga kabur ke luar kota.


Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 800 Juta

Dari hasil penyidikan sementara, kerugian yang diderita para korban ditaksir mencapai lebih dari Rp 800 juta. Polisi membuka posko pengaduan khusus bagi warga yang merasa menjadi korban dari sindikat ini.

“Kami menduga jumlah korban bisa lebih banyak, karena banyak yang belum berani melapor,” tambah Suwondo.


Imbauan untuk Waspada Travel Umrah Abal-Abal

Pihak kepolisian dan Kementerian Agama mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jasa travel umrah. Pastikan biro perjalanan memiliki izin resmi dari Kemenag, alamat kantor yang jelas, dan rekam jejak yang bisa ditelusuri.

“Warga harus waspada terhadap iming-iming paket murah dan berangkat cepat. Jangan mudah percaya sebelum memastikan legalitasnya,” ujar Kepala Kantor Kemenag DIY, H. Fahrudin.


Penutup: Ibadah Tak Boleh Jadi Celah Kejahatan

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa menyusup bahkan dalam urusan ibadah. Pemerintah dan masyarakat perlu bahu membahu untuk memastikan ibadah umrah tidak menjadi ladang penipuan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.