Aksi kekerasan kembali terjadi di Yogyakarta, kali ini menimpa seorang mahasiswi yang menjadi korban penyiraman air keras oleh pelaku misterius. Peristiwa nahas yang dialami mahasiswi korban ini terjadi pada hari Selasa pagi, 29 April 2025, sekitar pukul 06.30 WIB di kawasan Jalan Affandi (Gejayan), Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Menurut keterangan saksi mata, mahasiswi korban yang diketahui berinisial AL (20 tahun), sedang berjalan kaki menuju kampusnya. Tiba-tiba, dari arah belakang, seorang pengendara motor tak dikenal (OTK) mendekatinya dan langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah wajah dan tubuh korban. Pelaku kemudian langsung melarikan diri dengan kecepatan tinggi.

Akibat penyiraman tersebut, mahasiswi korban mengalami luka bakar serius di bagian wajah, leher, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan pertama dan melarikan mahasiswi korban ke Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan intensif.

Pihak kepolisian dari Polsek Depok Timur yang menerima laporan kejadian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata. Tim Inafis Polres Sleman juga diterjunkan untuk membantu proses penyelidikan. Polisi saat ini tengah berusaha mengidentifikasi pelaku berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan oleh saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang mungkin terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Endarwati, membenarkan adanya peristiwa penyiraman air keras yang menimpa seorang mahasiswi korban. “Kami telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras ini. Korban saat ini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit dan kami berharap segera pulih,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Depok Timur pada Selasa siang.

Motif pelaku penyiraman air keras terhadap mahasiswi korban ini belum diketahui pasti. Pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah ini merupakan aksi balas dendam, percobaan perampokan yang gagal, atau motif lainnya. Polisi akan melakukan pendalaman terhadap latar belakang korban dan mencari petunjuk lain yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

Kasus mahasiswi korban penyiraman air keras ini tentu saja menimbulkan keprihatinan dan keresahan di kalangan masyarakat Yogyakarta, terutama di kalangan mahasiswa. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta segera melaporkan jika melihat adanya aktivitas mencurigakan. Polisi juga berjanji akan bekerja keras untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.