Meskipun dikenal sebagai kota budaya dan pariwisata, pemandangan kurang sedap masih terlihat di beberapa ruas jalan di Kota Yogyakarta. Tumpukan sampah yang menggunung dan belum terangkut menjadi pemandangan yang memprihatinkan dan menimbulkan keluhan dari warga serta wisatawan. Kondisi tertimbun sampah ini tidak hanya mengganggu estetika kota tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan.
Pantauan di beberapa lokasi seperti Jalan Malioboro sisi utara, Jalan Pasar Kembang, dan beberapa jalan di kawasan pemukiman padat penduduk pada Kamis siang, 17 April 2025, menunjukkan bahwa permasalahan tertimbun sampah masih belum teratasi secara optimal. Meskipun petugas kebersihan terlihat melakukan pengangkutan, namun volume sampah yang terus bertambah tampaknya melebihi kapasitas penanganan saat ini. Beberapa titik bahkan terlihat tertimbun sampah hingga meluber ke bahu jalan, menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu lalu lintas pejalan kaki.
Warga sekitar mengeluhkan bahwa penumpukan tertimbun sampah ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan belum ada penanganan yang maksimal. Mereka khawatir kondisi ini akan semakin parah jika tidak segera diatasi, terutama dengan potensi datangnya musim hujan yang dapat menyebabkan sampah berserakan dan mencemari lingkungan. “Sebagai warga Yogyakarta, saya merasa malu melihat kondisi sampah seperti ini. Harusnya kota wisata seperti ini bersih dan nyaman,” ujar Bapak Budi (48 tahun), seorang pedagang di kawasan Malioboro.
Menanggapi permasalahan tertimbun sampah ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ibu Lestari, melalui keterangan pers di kantornya pada Kamis sore menyatakan bahwa pihaknya menyadari adanya kendala dalam pengelolaan sampah beberapa hari terakhir. Beliau menjelaskan bahwa peningkatan volume sampah pasca libur panjang dan beberapa faktor teknis menjadi penyebab keterlambatan pengangkutan. “Kami sedang berupaya maksimal untuk mengatasi permasalahan ini. Penambahan armada dan optimalisasi jadwal pengangkutan sedang kami lakukan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah dengan memilah sampah dari rumah tangga,” jelas Ibu Lestari. Pihak kepolisian dari Polresta Yogyakarta juga turut memantau beberapa titik penumpukan sampah untuk mengantisipasi adanya oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Diharapkan, dengan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, permasalahan tertimbun sampah di Yogyakarta dapat segera teratasi dan kota kembali bersih dan nyaman.
