Perintah Nabi Muhammad SAW tentang khitan menjadi bukti kuat akan pentingnya praktik ini bagi setiap Muslim. Ada banyak hadis sahih yang secara jelas menunjukkan anjuran, bahkan perintah, dari beliau mengenai khitan, khususnya bagi seorang mualaf yang baru memeluk Islam. Ini menandakan bahwa khitan bukan sekadar tradisi Arab, melainkan bagian integral dari ajaran syariat Islam yang universal.
Salah satu kisah terkenal adalah ketika seorang mualaf datang kepada Nabi Muhammad SAW dan beliau bersabda, “Buanglah rambut kekafiran darimu dan berkhitanlah.” (HR. Abu Dawud). ini menegaskan bahwa khitan adalah bagian dari proses membersihkan diri dan memenuhi seorang Muslim yang baru masuk Islam, bahkan wajib bagi mereka.
Nabi Muhammad SAW dalam hal khitan juga sejalan dengan Nabi Ibrahim AS, yang merupakan bapak para nabi. Ini menunjukkan kesinambungan ajaran tauhid dari masa ke masa. Dengan melaksanakan perintah Nabi, umat Muslim tidak hanya meneladani Rasulullah, tetapi juga para nabi sebelumnya, sehingga akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Perintah Nabi ini juga mengindikasikan bahwa khitan yang sangat besar dalam menjaga kebersihan dan kesucian. Secara medis, khitan terbukti mengurangi risiko berbagai penyakit dan infeksi. Ini sejalan dengan prinsip Islam yang sangat menekankan kebersihan sebagai bagian dari iman, yaitu sebagian dari Meningkatkan Keimanan seseorang.
Bagi seorang Muslim, melaksanakan perintah Nabi ini adalah bentuk ketaatan dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Ini memperkuat identitas keislaman seseorang dan mempertegas komitmennya terhadap ajaran agama. Khitan menjadi penanda fisik dari sebuah ikatan spiritual yang kuat antara hamba dengan Sang Pencipta.
Tidak ada perbedaan gender dalam pentingnya ketaatan terhadap perintah Nabi. Meskipun hadis yang disebutkan di atas secara spesifik untuk laki-laki, prinsip ketaatan kepada sunah Nabi tetap berlaku bagi seluruh Muslim. Ini adalah bukti bahwa syariat Islam adil dan relevan untuk semua kondisi dan jenis kelamin.
Di banyak komunitas Muslim, khitan anak laki-laki seringkali dirayakan sebagai bagian dari syiar Islam. Ini adalah momen kebersamaan dan kegembiraan, di mana keluarga dan masyarakat berkumpul untuk merayakan perintah Nabi ini. Ini juga membantu menguatkan ukhuwah Islamiyah dan menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada generasi muda.
Pada akhirnya, perintah Nabi Muhammad SAW mengenai khitan adalah bukti nyata akan pentingnya praktik ini bagi setiap Muslim. Ini adalah bagian dari fitrah manusia yang menjaga kebersihan, kesucian, dan ketaatan kepada Allah SWT. Mari kita terus menjaga dan mengamalkan perintah Nabi ini, demi meraih ridha dan keberkahan dari Allah SWT.
